Rabu, 16 September 2015

Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Kemiskinan



Ilmu Pengetahuan
Pengertian Ilmu Pengetahuan
Ilmu,sains,atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan,dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandanganya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang tertentu. Dipandang dalam sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistomologi.

Syarat – Syarat Ilmu:
1)       Objektif
Ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam.  
2)       Metodis
Merupakan upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran. 
3)       Sistematis
Dalam perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek, ilmu harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu, dan mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat akibat menyangkut objeknya.
4)       Universal
Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum.

Sumber – Sumber Ilmu:
·         Kabar yang dapat dipercaya.
·          Indera lahir maupun batin.
·          Akal berupa nalar maupun intelektual.
·          Intuisi. 

Jenis – Jenis Ilmu:
1). Ilmu abadi
Merupakan pengetahuan yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia dalam bentuk kitab suci dan hadits yang disampaikan kepada manusia melalui perantara rasul sebagai urusan Tuhan, ilmu jenis ini merupakan suatu bentuk yang sudah pasti benar dan tidak berubah serta dapat dibuktikan dalam situasi, kondisi dan zama apapun.
2). Ilmu yang dicari
Merupakan pengetahuan yang didapat oleh manusia sebagai hasil dari usaha mencari suatu definisi alam semesta, ilmu jenis ini dapat berubah entah itu bertambah ataupun berkurang sesuai dengan hasil riset penemuan manusia sebagai makhluk yang dibekali akal. Sebuah ilmu bisa dianggap benar dimasa lalu namun bisa jadi sudah tidak cocok dimasa depan ketika dilakukan penelitian baru.

Teknologi
Pengertian Teknologi
Teknologi merupakan keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Pengetahuan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersdiaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam perjalanan dan mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk diantaranya mesin cetak, telepon, dan internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai.

Sejarah Teknologi
Perkembangan teknologi berlangsung secara evolutif. Sejak zaman romawi kuno pemikiran dan hasil kebudayaan telah nampak berorientasi menuju bidang teknologi.
Secara etimologis, akar kata teknologi adalah “techne” yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan suatu objek, atau kecakapan tertentu, atau pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode dan seni. Istilah teknologi sendiri untuk pertama kali dipakai oleh Pjilips pada tahun1706 dalam sebuah buku berjudul Teknologi: Diskripsi tentang seni-seni, khususnya mesin (Technology: A description Of The Arts, Especially The Mechanical).

Kemajuan
Ada tiga klasifikasi dasar dari kemajuan teknologi, yaitu :
1. Kemajuan teknologi yang bersifat netral (neutral technological progress)
Terjadi bila tingkat pengeluaran (output) lebih tinggi dicapai dengan kuantitas dan kombinasi faktor-faktor pemasukan (input) yang sama.
2. Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (labor-saving technological progress
Kemajuan teknologi yang terjadi sejak akhir abad kesembilan belas banyak ditandai oleh meningkatnya secara cepat teknologi yang hemat tenaga kerja dalam memproduksi sesuatu mulai dari kacang-kacangan sampai sepeda hingga jembatan.
3. Kemajuan teknologi yang hemat modal (capital-saving technological progress)
Fenomena yang relatif langka. Hal initerutama disebabkan karena hampir semua riset teknologi dan ilmu pengetahuan di dunia dilakukan di negara-negara maju, yang lebih ditujukan untuk menghemat tenaga kerja, bukan modalnya.

Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Nilai
Pengertian Ilmu Pengetahuan
Ilmu,sains,atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan,dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.

Pengertian Teknologi
Teknologi merupakan keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Pengertian Nilai
Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia.
Kaitan ilmu dan teknologi dengan nilai moral, berasal dari ekses penerapan ilmu dan teknologi sendiri.

Dalam hal ini sikap ilmuwan dibagi menjadi dua golongan:
1). Golongan yang menyatakan ilmu dan teknologi adalah bersifat netral terhadap nilai-nilai baik secara ontologis maupun aksiologis, soal penggunaannya terserah kepada si ilmuwan itu sendiri, apakah digunakan untuk tujuan baik atau buruk. Golongan ini berasumsi bahwa kebenaran itu dijunjung tinggi sebagai nilai, sehingga nilai-nilai kemanusiaan lainnya dikorbankan demi teknologi.
2). Golongan yang menyatakan bahwa ilmu dan teknologi itu bersifat netral hanya dalam batas-batas metafisik keilmuwan, sedangkan dalam penggunaan dan penelitiannya harus berlandaskan pada asas-asa moral atau nilai-nilai. Golongan ini berasumsi bahwa ilmuwan telah mengetahui ekses-ekses yang terjadi apabila ilmu dan teknologi disalahgunakan.

Kemiskinan 
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.
Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyekif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan, dll.

Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara, yaitu :
1). Gambaran kekurangan materi.
2). Gambaran tentang kebutuhan sosial.
3). Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai.

Mengukur Kemiskinan 
Kemiskinan bisa dikelompokkan dalam dua kategori,yaitu:
1). Kemiskinan absolut
Kemiskinan absolut mengacu pada satu standar yang konsisten, tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat/negara
2). Kemiskinan relatif.

Kemiskinan Dunia
Bank dunia menggambarkan “sangat miskin” sebagai orang yang hidup dengan pendapatan kurang dari PPP$1 per hari, dan “miskin” dengan pendapatan kurang dari PPP$2 per hari. Berdasarkan standar tersebut, 21% dari penduduk dunia berada dalam keadaan “sangat miskin”, dan lebih dari setengah penduduk dunia masih disebut “miskin”, pada 2001.  

Penyebab Kemiskinan
Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:
1). Penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan atau kemampuan dari si miskin.
2). Penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa jumlah anggota keluarga tidak sebanding dengan pemasukan keuangan keluarga.
3). Penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar.
4). Penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orng lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi.
5). Penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

Menghilangkan Kemiskinan
Tanggapan utama terhadap kemiskinan adalah :
1). Bantuan kemiskinan, atau membantu secara langsung kepada orang miskin.
2). Bantuan terhadap keadaan individu.
3). Persiapan bagi yang lemah.


Kesimpulan: 
Ilmu pengetahuan adalah suatu institusi kebudayaan, suatu kegiatan manusia untuk mengetahui tentang diri sendiri dan alam sekitarnya dengan tujuan untuk mengenal manusia sendiri, perubahan-perubahan yang dialami dan cara mencegahnya, mendorong atau mengarahkannya, serta mengenal lingkungan yang dekat dan jauh darinya, perubahan-perubahan lingkungan dan variasinya, untuk memanfaatkan, menghindari dan mengendalikannya. Hasil terapan pengembangan ilmu pengetahuan lalu disebut dengan teknologi. Peradaban manusia sangat bergantung kepada ilmu dan teknologi. Oleh karena itu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bersamaan dengan perkembangan waktu. Dengan adanya ilmu pengetahuan yang lama saat ini telah menjadi ilmu pengetahuan terapan, dan dikembangkan dalam teknologi yang bertujuan untuk dimanfaatkan manusia. Maka perkembangan ilmu pengetahuan di satu sisi telah mengalami percepatan (akselerasi) akibat perkembangan teknologi, di sisi lain perkembangan ilmu pengetahuan dipengaruhi oleh nilai-nilai dasar ilmu serta karakter ilmu yang bersangkutan.
 ilmu pengetahuan dan teknologi pada dasarnya merupakan fenomena budaya. Keberadaannya sebagai fenomena budaya dapat dilihat dari proses dan wujud dari ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut. Dari segi proses keberadaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan refleksi kejiwaan dari potensi dasar manusia, yaitu cipta, rasa, karya, dan karsa. Dalam hal ini, kebudayaan sebagai ekspresi penghayatan masyarakat tidak hanya ditandai oleh ketenangan/kemapanan yang dapat menimbulkan kejutan dan bahkan gejolak social. Kejutan dan gejolak social ini dalam arti yang positif menimbulkan inovasi, yaitu dengan memasukkan nilai-nilai baru, dan renovasi, yaitu upaya penyegaran kembali serta pemberian wajah baru pada nilai-nilai yang masih actual terhadap bentuk-bentuk semula yang sudah usang dan tidak vocal lagi. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan unsure budaya yang menjadi kekuatan dinamik dari kebudayaan dan kehidupan masyarakat pendukung kebudayaan tersebut. sistem pengetahuan termasuk produk manusia sebagai homo sapiens dan sistem teknologi dan perlengkapan hidup manusia merupakan produk manusia sebagai homo faber. Hal tersebut menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan manusia.
Pemanfaatan teknologi meluas pada upaya penghapusan kemiskinan, penghapusan jam kerja yang berlebihan, penciptaan kesempatan untuk hidup lebih lama dengan perbaikan kualitas kesehatan manusia, membantu upaya-upaya pengurangan kejahatan, peningkatan kualitas pendidikan, dan sebagainya. Puncaknya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bukan saja membantu manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Lebih jauh, ilmu pengetahuan dan teknologi berhasil mendatangkan kemudahan hidup bagi manusia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini sanggup membawa berkah bagi umat manusia berupa kemudahan-kemudahan hidup, yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan dalam benak manusia.

Sumber :

Selasa, 30 Juni 2015

Politik Dan Strategi Nasional

A. Pengertian Politik
Politik berasal dari bahasa Yunani yaitu polis yang berarti Negara kota.  Secara etimologi kata politik masih berhubungan erat dengan kata politis yang bearti hal-hal yang berhubungan dengan politik. Kata politisi berarti orang-orang yang menekuni hal-hal yang berkaitan dengan politik. Para tokoh memiliki sudut pandang yang beragam mengenai pengertian dari politik. berikut ini adalah beberapa definisi mengenai politik menurut para ahli:
Andrew Heywood, politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat, mempertahankan, dan mengamandemen peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupannya, yang berarti tidak dapat terlepas dari gejala konflik dan kerjasama.
Roger  F.Soltau, politik adalah ilmu yang mempelajari Negara,tujuan-tujuan Negara, dan lembaga-lembaga Negara yang akan melaksanakan tujuan tersebut serta hubungan antara Negara dengan warga negaranya serta Negara lain.
Robert, politik adalah seni memerintah dan mengatur masyarakat manusia.
W.A Robson, politik adalah ilmu yang mempelajari kekuasaan dalam masyarakat, yaitu sifat hakiki, dasar, proses-proses, ruang lingkup dan hasil-hasil.
Paul Janet, politik adalah ilmu yang mengatur perkembangan Negara begitu juga prinsip-prinsip pemerintahan. 
Harold Laswell, politik adalah ilmu yang mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan.
Ramlan Surbakti, politik adalah proses interaksi antara pemerintah dan masyarakat untuk menentukan  kebaikan bersama bagi masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu.
F.Isjwara, politik adalah salah satu perjuangan untuk memperoleh kekuasaan atau sebagai teknik menjalankan kekuasaan-kekuasaan.
Kartini Kartolo, politik adalah aktivitas perilaku atau proses yang menggunakan kekuasaan untuk menegakkan peraturan-peraturan dan keputusan-keputusan yang sah berlaku ditengah masyarakat.
Cheppy H.Cahyono, politik adalah macam-macam kegiatan dalam system politik atau Negara yang menyangkut proses menentukan dan sekaligus melaksanakan tujuan-tujuan sistem tersebut.
Carl Schmidt, politik adalah suatu dunia yang didalamnya orang-orang lebih membuat keputusan-keputusan daripada lembaga-lembaga abstrak.
Litre, politik adalah ilmu memerintah dan mengatur Negara.
Sri Sumantri, politik adalah pelembagaan dari hubungan antar manusia yang dilembagakan dalam bermacam-macam badan politik baik suprastruktur politik dan infrastruktur politik.
Wilbur White, politik adalah ilmu yang mempelajari asal mula, bentuk-bentuk dan proses-proses Negara dan pemerintah.
Ossip K.Flechteim, politik adalah ilmu social yang khusus mempelajari sifat dan tujuan dari Negara sejauh Negara merupakan organisasi kekuasaan, beserta sifat dan tujuan gejala-gejala kekuasaan lain yang tak resmi yang dapat mempengaruhi Negara.
Seely dan Stephen Leacock, politik adalah ilmu yang serasi dalam menangani pemerintahan.
Adolf Grabowsky, politik adalah menyelidiki Negara dalam keadaan bergerak.
Aristoteles, politik adalah usaha yang ditempuh warga Negara untuk mewujudkan kebaikan bersama.
Ibnu Aqil, politik adalah hal-hal praktis yang lebih mendekati kemaslahatan bagi manusia dan lebih jauh dari kerusakan meskipun tidak digariskan oleh Rasulullah SAW.
Rod Hague, politik adalah kgiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan diantara anggota-anggotanya.

B. Dasar Pemikiran Politik Nasional
Dasar pemikirannya adalah pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. Landasan pemikiran dalam sistem manajemen nasional ini penting artinya karena didalamnya terkandung dasar negara, cita-cita nasional dan konsep strategis bangsa Indonesia.

C. Penyusunan Politik Dan Strategi Nasional
Penyusunan Politik Dan Strategi Nasional Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945. Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat dimana jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 disebut sebagai “Suprastruktur Politik”, yaitu MPR, DPR, Presiden, BPK dan MA. Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “Infrastruktur Politik”, yang mencakup pranata- pranata politik yang ada dalam masyarakat, seperti partai politik, organisasi kemasyarakatan, media massa, kelompok kepentingan (interest group) dan kelompok penenkan (pressure group). Antara suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang.
Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat suprastruktur politik diatur oleh Presiden (mandataris MPR). Dalam melaksanakan tugasnya ini presiden dibantu oleh lembaga-lembaga tinggi negara lainnya serta dewan-dewan yang merupakan badan koordinasi seperti Dewan Stabilitas Ekonomi Nasional, Dewan Pertahanan Keamanan Nasional, Dewan Tenaga Atom, Dewan Penerbangan dan antariksa Nasional RI, Dewan Maritim, Dewan Otonomi Daerah dan dewan Stabitas Politik dan Keamanan.
Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik dilakukan setelah Presiden menerima GBHN, selanjutnya Presiden menyusun program kabinetnya dan memilih menteri-menteri yang akan melaksanakan program kabinet tersebut. Program kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik nasional yang digariskan oleh presiden.
Jika politik nasional ditetapkan Presiden (mandataris MPR) maka strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah non departemen sesuai dengan bidangnya atas petunjuk dari presiden.Apa yang dilaksanakan presiden sesungguhnya merupakan politik dan
strategi nasional yang bersifat pelaksanaan, maka di dalamnya sudah tercantum program-program yang lebih konkrit untuk dicapai, yang disebut sebagai Sasaran Nasional.
Proses politik dan strategi nasional di infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia dalam rangka pelaksanaan strategi nasional yang meliputi bidang ideologi, politik, ekonomi, sos bud dan hankam.Sesuai dengan kebijakan politik nasional maka penyelenggara negara harus mengambil langkah-langkah untuk melakukan pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sebagai sasaran sektoralnya. Melalui pranata-pranata politik masyarakat ikut berpartisipasi dalam kehidupan politik nasional. Dalam era reformasi saat ini peranan masyarakat dalam mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang telah ditetapkan MPR maupun yang dilaksanakna oleh presiden sangat besar sekali. Pandangan masyarakat terhadap kehidupan politik, ekonomi, sos bud maupun hankam akan selalu berkembang hal ini dikarenakan oleh: – Semakin tingginya kesadaran bermasyarakat berbangsa dan bernegara. – Semakin terbukanya akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya. – Semakin meningkatnya kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup. – Semakin meningkatnya kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. – Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide-ide baru.

D. Politik Pembangunan Dan Manajemen Nasional
Politik dan Strategi Nasional dalam aturan ketatanegaraan selama ini dituangkan dalam bentuk GBHN yang ditetapkan oleh MPR, selanjutnya pelaksanaannya dilaksanakan oleh Presiden/Mandataris MPR. GBHN pada dasarnya merupakan haluan negara tentang pembangunan nasional yang ditetapkan setiap lima tahun dengan mempertimbangkan perkembangan dan tingkat kemajuan kehidupan rakyat dan bangsa Indonesia, dan dalam pelaksanaannya dituangkan dalam pokok-pokok kebijaksanaan pelaksanaan pembangunan nasional yang ditentukan oleh Presiden sebagai Mandataris MPR dengan mendengarkan dan memperhatikan sungguh-sungguh pendapat dari lembaga tinggi negara lainnya, terutama DPR. Kebijaksanaan yang telah mendapat persetujuan dari lembaga tinggi negara, khususnya DPR adalah merupakan politik pemerintah dengan demikian politik pemerintah tidak menyalahi jiwa demokrasi dan tetap berpedoman kepada Ketetapan MPR. Politik pembangunan sebagai pedoman dalam pembangunan nasional memerlukan adanya tat nilai, struktur dan proses yang merupakan himpunan usaha untuk mencapai efisiensi, daya guna dan hasil guna sebesar mungkin dalam penggunaan sumber dana dan daya nasional. Guna mewujudkan tujuan nasional, untuk itu diperlukan Sistem Manajemen Nasional. Sistem manajemen nasional adalah suatu sistem yang berfungsi memadukan penyelenggaraan siklus kegiatan berupa perumusan kebijaksanaan, pelaksanaan kebijaksanaan, dan pengendalian pelaksanaannya. Sistem manajemen nasional berfungsi memadukan keseluruhan upaya manajerial yang berintikan tatanan pengambilan keputusan berkewenangan dalam rangka penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mewujudkan ketertiban sosial, ketertiban politik dan ketertiban administrasi.

E. Contoh Kasus Politik Dan Strategi Nasional
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf
Contoh Kasus Politik dan Strategi Ketahanan Nasional

Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf
Contoh Kasus Politik dan Strategi Ketahanan Nasional

Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf
Contoh Kasus Politik dan Strategi Ketahanan Nasional

Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf
Contoh Kasus Politik dan Strategi Ketahanan Nasional

Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf
Contoh Kasus Politik dan Strategi Ketahanan Nasional

Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf
Contoh Kasus Politik dan Strategi Ketahanan Nasional

Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf
 MA mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Dalam putusan kasasi tersebut, Kepmen No 14\/200, KLH menilai reklamasi dan revitalisasi Pantai Utara (Pantura) tidak sah secara hukum. Artinya, seluruh aktivitas reklamasi pantai utara Jakarta illegal.
Mendapati putusan kasasi MA inim Pemprov DKI Jakarta bersama 6 perusahaan swasta yang melakukan reklamasi di Teluk Jakarta yaitu PT BME, PT THI, PT MKY, PT PJA, PT JP dan PT Pel II mengajukan perlawanan dengan mengajukan upaya hukum luar biasa PK. Anehnya, MA mengabulkan permohonan PK tersebut, bertolak belakang dengan putusan MA dalam kasasi.
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.

- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf

Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf
Contoh Kasus Politik dan Strategi Ketahanan Nasional

Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf

Contoh Kasus Politik dan Strategi Ketahanan Nasional

Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf
 
Sumber:
http://herma-putra.blogspot.com/2013/08/pengertian-politik-menurut-para-tokoh.html 
https://coecoesm.wordpress.com/2013/06/26/dasar-pemikiran-penyusunan-strategi-politik-strategi-nasional/ 
https://gabriellaaningtyas.wordpress.com/2013/07/15/politik-dan-strategi-nasional-2/ 
http://news.detik.com/berita/1775253/10-kasus-yang-mengguncang-hukum-indonesia/1 

Selasa, 12 Mei 2015

Arah Pandang, Fungsi, Tujuan, serta Implementasi Wawasan Nusantara

I. Arah Pandang Wawasan Nusantara
Dengan latar belakang budaya, sejarah serta kondisi dan konstelasi
geografi serta memperhatikan perkembangan lingkungan strategis,
maka arah pandang wawasan nusantara meliputi :
1. Ke dalam
Bangsa Indonesia harus peka dan berusaha mencegah dan
mengatasi sedini mungkin faktor-faktor penyebab timbulnya
disintegrasi bangsa dan mengupayakan tetap terbina dan
terpeliharanya persatuan dan kesatuan.
Tujuannya adalah menjamin terwujudnya persatuan kesatuan
segenap aspek kehidupan nasional baik aspek alamiah maupun
aspek sosial.
2. Keluar
Bangsa Indonesia dalam semua aspek kehidupan internasional
harus berusaha untuk mengamankan kepentingan nasional dalam
Asas Wawasan Nusantara
Merupakan ketentuan-ketentuan dasar yang harus dipatuhi, ditaati,dipelihara dan diciptakan agar terwujud demi tetap taat dan setianya komponen/unsur pembentuk bangsa Indonesia (suku/golongan) terhadap kesepakatan (commitment) bersama.
Asas Wasantara terdiri dari:
1. Kepentingan/Tujuan yang sama
2. Keadilan
3. Kejujuran
4. Solidaritas
5. Kerjasama
6. Kesetiaan terhadap kesepakatan
Tujuan Wawasan Nusantara
Tujuan wawasan nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala aspek kehidupan rakyat indonesia, yang mengutamakan kepentingan nasional dibandingkan kepentingan individu, kelompok maupun golongan. nasionalisme yang tinggi di segala aspek kehidupan, demi tercapainya tujuan nasionaltersebut, makin terpancarnya tentang pemahaman dan semangat kebangsaan dalam jiwa bangsa indonesia.
Tujuan Wawasan nusantara dalam TAP MPR 1983 adalah konsepsi untuk mencapai tujuan pembangunan nasional :
– Kesatuan Politik
– Kesatuan Ekonomi
– Kesatuan Sosial Budaya
– Kesatuan Pertahanan Keamanan
Tantangan Implementasi Wawasan Nusantara
dewasa ini kita menyaksikan kehidupan individu dalam memerangi keterbelakangan , kemiskinan, kesenjangan sosial , korupsi , kolusi dan dalam menguasai IPTEK , meningkatkan kualitas SDM dan menjaga persatuan bangsa dan negara. di dalam perjuangan non fisik, kesadaran akan bela negara mengalami banyak kemunduran, hal ini terjadi karena kurangnya rasa persatuan dan kesatuan warga negara dan adanya beberapa daerah yang ingin memisahkan diri dari wilayah indonesia.
dari uraian diatas tampak jelas , jika terjadi penurunan yang sangat drastis akan sadarnya tentang pentingnya persatuan , kesatuan dan bela negara. anak-anak bangsa masih banyak yang memenringkan kepentingkan individu maupun golongan. dan menyampingkan kepentingan nasional. ini yang menjadi tantangan terberat bagi wawasan nusantara.
Arah Pandang Wawasan Nusantara.
Dengan latar belakang budaya, sejarah serta kondisi dan konstelasi
geografi serta memperhatikan perkembangan lingkungan strategis,
maka arah pandang wawasan nusantara meliputi :
1. Ke dalam
Bangsa Indonesia harus peka dan berusaha mencegah dan
mengatasi sedini mungkin faktor-faktor penyebab timbulnya
disintegrasi bangsa dan mengupayakan tetap terbina dan
terpeliharanya persatuan dan kesatuan.
Tujuannya adalah menjamin terwujudnya persatuan kesatuan
segenap aspek kehidupan nasional baik aspek alamiah maupun
aspek sosial.
2. Keluar
Bangsa Indonesia dalam semua aspek kehidupan internasional
harus berusaha untuk mengamankan kepentingan nasional dalam
Asas Wawasan Nusantara.
Merupakan ketentuan-ketentuan dasar yang harus dipatuhi, ditaati,
dipelihara dan diciptakan agar terwujud demi tetap taat dan setianya
komponen/unsur pembentuk bangsa Indonesia (suku/golongan)
terhadap kesepakatan (commitment) bersama. Asas Wasantara terdiri
dari :
1. Kepentingan/Tujuan yang sama
2. Keadilan
3. Kejujuran
4. Solidaritas
5. Kerjasama
6. Kesetiaan terhadap kesepakatan

II. Kedudukan dan Fungsi Wawasan Nusantara
Kedudukan Wawasan Nusantara Wawasan Nusantara merupakan ajaran yang diyakini
kebenarannya oleh seluruh rakyat dengan tujuan agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam rangka mencapai dan mewujudkan tujuan nasional.
Wawasan Nusantara dalam paradigma nasional dapat dilihat dari hirarkhi paradigma nasional sbb:
Pancasila (dasar negara)
UUD 1945 (Konstitusi negara)
Wasantara (Visi bangsa)
Landasan Idiil
Landasan Konstitusional
Landasan Visional
– Ketahanan Nasional (Konsepsi Bangsa) = Landasan
Konsepsional
– GBHN (Kebijaksanaan Dasar Bangsa) = Landasan
Operasional.
Fungsi Wawasan Nusantara adalah pedoman, motivasi, dorongan
serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan,
keputusan, tindakan dan perbuatan, baik bagi penyelenggara negara
di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat dalam
kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa.

Tujuan wawasan nusantara terdiri dari dua, yaitu:
  1. Tujuan nasional, dapat dilihat dalam Pembukaan UUd 1945, dijelaskan bahwa tujuan kemerdekaan Indonesia adalah "untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial".
  2. Tujuan ke dalam adalah mewujudkan kesatuan segenap aspek kehidupan baik alamiah maupun sosial, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan bangsa Indonesia adalah menjunjung tinggi kepentingan nasional, serta kepentingan kawasan untuk menyelenggarakan dan membina kesejahteraan, kedamaian dan budi luhur serta martabat manusia di seluruh dunia.


III.  Tantangan Implementasi Wawasan Nusantara dengan adanya Kapitalisme
Kapitalisme adalah suatu sistem ekonomi yang didasarkan atas hak milik swasta atas macam-macam barang dan kebebasan individu untuk mengadakan perjanjian dengan pihak lain dan untuk berkecimpung dalam aktivitas-aktivitas ekonomi yang dipilihnya sendiri berdasarkan kepentingan sendiri serta untuk mencapai laba guna diri sendiri. 
Di era baru kapitalisme,sistem ekonomi untuk mendapatkan keuntungan dengan melakukan aktivitas-aktivitas secara luas dan mencakup semua aspek kehidupan masyarakat sehingga diperlukan strategi baru yaitu adanya keseimbangan.
Untuk dapat bertahan dalam era baru kapitalisme harus membuat strategi baru yaitu keseimbangan (balance) antara paham individu dan paham sosialis.  Di era baru kapitalisme, negara-negara kapitalis dalam rangka mempertahankan eksistensinya dibidang ekonomi menekan negara-negara berkembang dengan menggunakan isu-isu global yaitu Demokrasi, Hak Azasi Manusia, Lingkungan hidup.
 

Penerapan Wawasan Nusantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan negara.
  1. Implementasi dalam kehidupan politik, adalah menciptakan iklim penyelenggaraan    negara yang sehat dan dinamis, mewujudkan pemerintahan yang kuat, aspiratif, dipercaya.
  2. Implementasi dalam kehidupan ekonomi, adalah menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara merata dan adil.
  3. Implementasi dalam kehidupan sosial budaya, adalah menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui, menerima dan menghormati segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan yang hidup di sekitarnya dan merupakan karunia Sang Pencipta.
  4. Implementasi dalam kehidupan pertahanan dan keamanan, adalah menumbuhkan kesadaran cinta tanah air dan membentuk sikap bela negara pada setiap WNI. 

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan wawasan nusantara, yaitu:
  1. Pelaksanaan kehidupan politik yang diatur dalam undang-undang, seperti UU Partai Politik, UU Pemilihan Umum, dan UU Pemilihan Presiden. Pelaksanaan undang-undang tersebut harus sesuai hukum dan mementingkan persatuan bangsa.Contohnya seperti dalam pemilihan presiden, anggota DPR, dan kepala daerah harus menjalankan prinsip demokratis dan keadilan, sehingga tidak menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa.
  2. Pelaksanaan kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Indonesia harus sesuai dengan hukum yang berlaku. Seluruh bangsa Indonesia harus mempunyai dasar hukum yang sama bagi setiap warga negara, tanpa pengecualian. Di Indonesia terdapat banyak produk hukum yang dapat diterbitkan oleh provinsi dan kabupaten dalam bentuk peraturan daerah (perda) yang tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku secara nasional.
  3. Mengembangkan sikap hak asasi manusia dan sikap pluralisme untuk mempersatukan berbagai suku, agama, dan bahasa yang berbeda, sehingga menumbuhkan sikap toleransi.
  4. Memperkuat komitmen politik terhadap partai politik dan lembaga pemerintahan untuk mengikatkan semangat kebangsaan dan kesatuan.
  5. Meningkatkan peran Indonesia dalam kancah internasional dan memperkuat korps diplomatik sebagai upaya penjagaan wilayah Indonesia terutama pulau-pulau terluar dan pulau kosong.

Sumber:
https://jordyayal.wordpress.com/2012/07/27/arah-pandangan-wawasan-nusantara/ 
http://id.wikipedia.org/wiki/Wawasan_Nusantara#Implementasi 
id.wikipedia.org/wiki/Wawasan_Nusantara