Jumat, 16 Oktober 2015

Pelapisan Sosial Dan Kesamaan Derajat


Pengertian Pelapisan Sosial
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi dalam bukunya “Setangkai Bunga Sosiologi” pelapisan sosial dapat diartikan sebagai pembedaan penduduk atau para warga masyarakat ke dalam kelas secara bertingkat. Perwujudan adanya kelas-kelas tinggi dan kelas-kelas yang lebih rendah di dalam masyarakat. Di dalam masyarakat terdapat pelapisan sosial yang akan selalu ditemukan dalam masyarakat selama di dalam masyarakat tersebut terdapat sesuatu yang dihargai.
Pengaruh pelapisan sosial merupakan gejala umum yang dapat ditemukan di setiap masyarakat pada segala zaman. Betapapun sederhananya suatu masyarakat gejala ini pasti dijumpai. Menurut Aristoteles bahwa di dalam sebuah negara terdapat tiga unsur yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang miskin dan mereka yang ada di tengah-tengahnya. Adam Smith masyarakat dibagi ke dalam tiga jenis kategori yaitu orang-orang yang hidup dari penyewaan tanah, orang-orang yang hidup dari upah kerja, dan dari keuntungan perdagangan. Sedangkan menurut  Thorstein Veblen masyarakat dibagi ke dalam dua golongan yaitu yang pekerja, berjuang untuk mempertahankan hidup dan golongan yang banyak mempunyai waktu luang karena kekayaannya. Pernyataan tiga tokoh di atas membuktikan bahwa pada masa-masa disaat mereka masih hidup dan dapat diduga pula pada masa-masa sebelumnya, orang-orang telah meyakini adanya sistem pelapisan dalam masyarakat, yang didalam studi sosiologi disebut pelapisan.
Adanya kelas yang tinggi dan kelas yang rendah itu disebabkan karena di dalam masyarakat terdapat ketidakseimbangan atau ketimpangan dalam pembagian sesuatu yang dihargai yang kemudian menjadi hak dan kewajiban yang dipikul dari warga masyarakat ada segolongan orang yang mendapatkan pembagian lebih besar dan ada pula mendapatkan pembagian lebih kecil,

Terjadinya Pelapisan Sosial
Terjadinya Pelapisan Sosial terbagi menjadi 2, yaitu:

·         Terjadi dengan sendirinya
Proses ini berjalan seiring dengan pertumbuhan masyarakat itu sendiri. Adapun orang-orang yang menduduki lapisan tertentu dibentuk bukan berdasarkan atas kesengajaan yang disusun sebelumnya oleh masyarakat, akan tetapi berjalan secara alamiah dengan sendirinya. Oleh karena itu sifat yang tanpa disengaja inilah yang membentuk lapisan dan dasar dari pada pelapisan itu bervariasi menurut tempat, waktu, dan kebudayaan masyarakat dimana sistem itu berlaku.
·         Terjadi dengan sengaja
Sistem pelapisan ini dengan sengaja ditujukan untuk mengejar tujuan bersama. Dalam sistem ini ditentukan secara jelas dan tegas adanya kewenangan dan kekuasaan yang diberikan kepada seseorang.

Didalam sistem organisasi yang disusun dengan cara sengaja, mengandung 2 sistem, yaitu:
1.      Sistem Fungsional, merupakan pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan harus bekerja sama dalam kedudukan yang sederajat.
 2.      Sistem Skalar, merupakan pembagian kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah ke atas.
Perbedaan sistem pelapisan dalam masyarakat.

Masyarakat terdiri dari berbagai latar belakang dan pelapisan sosial yang berbeda-beda. Pelapisan sosial merupakan pemilah-milah kelompok sosial berdasarkan status, strata, dan kemampuan individu tersebut yang terjadi secara alami didalam masyarakat. Terjadinya pelapisan sosial berdasarkan adanya cara pandang masyarakat yang berbeda-beda dengan dilatarbelakangi oleh status sosial, strata sosial dan kemampuan ekonomi yang berbeda-beda.

KESAMAAN DERAJAT DAN PERSAMAAN HAK
Sebagai warga negara Indonesia, tidak dipungkiri adanaya kesamaan derajat antar rakyaknya, hal itu sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 dalam pasal ..
1.       Pasal 27
• ayat 1, berisi mengenai kewajiban dasar dan hak asasi yang dimiliki warga negara yaitu menjunjung tinggi hukum dan pemenrintahan
• ayat 2, berisi mengenai hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan

2. Pasal 28, ditetapkan bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, menyampaikan pikiran lisan dan tulisan.
3. Pasal 29 ayat 2, kebebasan memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh Negara
4. Pasal 31 ayat 1 dan 2, yang mengatur hak asasi mengenai pengajaran.


Adapun perbedaan sistem pelapisan dalam masyarakat.
·                 Sistem pelapisan masyarakat tertutup diantaranya, Kasta Brahmana (pendeta), Kasta Ksatria (golongan bangsawan), Kasta Waisya (golongan pedagang), Kasta Sudra (golongan rakyat jelata) dan Kasta Paria (golongan orang yang tidak memiliki kasta).
·                 Sistem pelapisan masyarakat terbuka. Setiap orang mempunyai kesempatan untuk menempati jabatan, jika orang tersebut menpunyai kemampuan pada bidang tersebut.
·                  
Beberapa teori tentang pelapisan masyarakat dicantumkan di sini :
 1.     Aristoteles mengatakan bahwa di dalam tiap-tiap Negara terdapat tiga unsure, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat sekali, dan mereka yang berada di tengah-tengahnya.
2.      Prof. Dr. Selo Sumardjan dan Soelaiman Soemardi SH. MA. menyatakan bahwa selama di dalam masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai olehnya dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargai.
 3.   Vilfredo Pareto menyatakan bahwa ada dua kelas yang senantiasa berbeda setiap waktu yaitu golongan Elite dan golongan Non Elite. Menurut dia pangkal dari pada perbedaan itu karena ada orang-orang yang memiliki kecakapan, watak, keahlian dan kapasitas yang berbeda-beda.
 4.   Gaotano Mosoa dalam “The Ruling Class” menyatakan bahwa di dalam seluruh masyarakat dari masyarakat yang kurang berkembang, sampai kepada masyarakat yang paling maju dan penuh kekuasaan dua kelas selalu muncul ialah kelas pertama (jumlahnya selalu sedikit) dan kelas kedua (jumlahnya lebih banyak).
5.    Karl Mark menjelaskan terdapat dua macam di dalam setiap masyarakat yaitu kelas yang memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dan kelas yang tidak mempunyainya dan hanya memiliki tenaga untuk disumbangkan di dalam proses produksi.

Pengertian Kesamaan Derajat
Kesamaan derajat adalah suatu sifat yang menghubungankan antara manusia dengan lingkungan masyarakat pada umumnya timbal balik, maksudnya orang sebagai anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban, baik terhadap masyarakat maupun terhadap pemerintah dan Negara. Hak dan kewajiban sangat penting ditetapkan dalam perundang-undangan atau Konstitusi. Undang-undang itu berlaku bagi semua orang tanpa terkecuali dalam arti semua orang memiliki kesamaan derajat. Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang diberikan dalam berbagai faktor kehidupan.
Kesamaan derajat terjadi karena adanya perbedaan kemampuan yang terjadi dalam bermasyarakat. Oleh sebab itu munculah lapisan-lapisan yang dapat menyatukan hal yang awalnya berbeda kemudian menjadi satu, hal tersebut tercantum dalam Undang-Undang 1945 tentang hak asasi manusia.
Pelapisan sosial dan kesamaan derajat mempunyai hubungan, kedua hal ini berkaitan satu sama lain. Pelapisan sosial berarti pembedaan antar kelas-kelas didalam kehidupan masyarakat yaitu antara kelas tinggi dan kelas rendah, sedangkan Kesamaan derajat adalah sesuatu yang membuat bagaimana semua masyarakat berada dalam kelas yang sama tidak ada perbedaan kekuasaan dan memiliki hak yang sama sebagai warga negara, sehingga tidak ada dinding pembatas antara kalangan atas dan kalangan bawah.

Peran dan fungsi dari Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat bagi masyarakat                       
 Konflik status dan peranan, sedang diadakan pemilihan kepala desa baru dan yang menjadi salah satu kandidat dalam pemilihan kepala desa tersebut adalah anak dari kepala desa yang lama. Dan sebelum kepala desa yang baru terbentuk, kepala desa yang lama harus mengatur, menjaga, dan berbuat adil dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa yang baru mulai dari himbauhan kepada masyarakat agar memilih sesuai dengan hati nurani dan tidak boleh terprovokasi. Itu adalah peranan yang wajib dilakukan sebagai kepala desa namun disisi lain dia juga mempunyai status sebagai seorang bapak yang mempunyai peranan untuk menjaga dan mendukung anaknya sehingga dari sini ada konflik status namun pada kenyataannya yang kami teliti kepala desa tersebut membantu anaknya dengan menghimbau masyarakat agar mendukung anaknya secara diam-diam.
Konflik status tersebut dialami oleh kepala desa dari strata paling atas di desa tersebut yang disebabkan karena dia mempunyai peranan ganda sebagai ayah dan sebagai kepala desa dan mengakibatkan kepala desa tersebut harus memenuhi kedua tuntutan itu. Dan dalam hal ini kepala desa itu mendukung anaknya secara diam-diam agar dimata masyarakat peranannya sebagai kepala desa dapat terlaksana dengan baik dan peranan sebagai ayah juga terlaksana.

ELITE DAN MASSA
Dalam masyarakat tertentu ada sebagian penduduk ikut terlibat dalam kepemimpinan, sebaliknya dalam masyarakat tertentu penduduk tidak diikut sertakan. Dalam pengertian umum elite menunjukkan sekelompok orang yang dalam masyarakat menempati kedudukan tinggi. Dalam arti lebih khusus lagi elite adalah sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan kecil yang memegang kekuasaan.
Dalam cara pemakaiannya yang lebih umum elite dimaksudkan : “ posisi di dalam masyarakat di puncak struktur struktur sosial yang terpenting, yaitu posisi tinggi di dalam ekonomi, pemerintahan, aparat kemiliteran, politik, agama, pengajaran, dan pekerjaan-pekerjaan dinas.” Tipe masyarakat dan sifat kebudayaan sangat menentukan watak elite. Dalam masyarakat industri watak elitnya berbeda sama sekali dengan elite di dalam masyarakat primitive.
Di dalam suatu pelapisan masyarakat tentu ada sekelompok kecil yang mempunyai posisi kunci atau mereka yang memiliki pengaruh yang besar dalam mengambil berbagai kehijaksanaan. Mereka itu mungkin para pejabat tugas, ulama, guru, petani kaya, pedagang kaya, pensiunan an lainnya lagi. Para pemuka pendapat (opinion leader) inilah pada umumnya memegang strategi kunci dan memiliki status tersendiri yang akhirnya merupakan elite masyarakatnya.
Ada dua kecenderungan untuk menetukan elite didalam masyarakat yaitu : perama menitik beratakan pada fungsi sosial dan yang kedua, pertimbangan-pertimbangan yang bersifat mral. Kedua kecenderungan ini melahirkan dua macam elite yaitu elite internal dan elite eksternal, elite internal menyangkut integrasi moral serta solidaritas sosial yang berhubungan dengan perasaan tertentu pada saat tertentu, sopan santun dan keadaan jiwa. Sedangkan elite eksternal adalah meliputi pencapaian tujuan dan adaptasi berhubungan dengan problem-problema yang memperlihatkan sifat yang keras masyarakat lain atau mas depan yang tak tentu.Istilah massa dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spotnan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd,t etapi yang secara fundamental berbeda dengannyadalam hal-hal yang lain. Massa diwakili oleh orang-orang yang berperanserta dalam perilaku missal seperti mereka yang terbangkitkan minatnya oeleh beberap peristiwa nasional, mereka yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebgai dibertakan dalam pers atau mereka yang berperanserta dalam suatu migrasi dalam arti luas. Ciri-ciri massa adalah :
1. Keanggotaannya berasal dari semua lapisan masyarakat atau strata sosial, meliputi orang-orang dari berbagai posisi kelas yang berbeda, dari jabatan kecakapan, tignkat kemakmuran atau kebudayaan yang berbeda-beda. Orang bisa mengenali mereka sebagai masa misalnya orang-orang yang sedang mengikuti peradilan tentang pembunuhan misalnya malalui pers
2. Massa merupakan kelompok yagn anonym, atau lebih tepat, tersusun dari individu-individu yang anonym
3. Sedikit interaksi atau bertukar pengalaman antar anggota-anggotanya

Kesimpulan
Pelapisan sosial bisa diartikan sebagai pembedaan penduduk atau para warga masyarakat ke dalam kelas secara bertingkat. Di dalam masyarakat terdapat pelapisan sosial yang akan selalu ditemukan dalam masyarakat selama di dalam masyarakat tersebut terdapat sesuatu yang dihargai. Pengaruh pelapisan sosial merupakan gejala umum yang dapat ditemukan di setiap masyarakat pada segala zaman, betapapun sederhananya suatu masyarakat gejala ini pasti dijumpai. Adanya kelas yang tinggi dan kelas yang rendah disebabkan karena di dalam masyarakat terdapat ketidakseimbangan atau ketimpangan dalam pembagian sesuatu yang dihargai yang kemudian menjadi hak dan kewajiban yang dipikul dari masyarakat.
Kesamaan derajat adalah suatu sifat yang menghubungankan antara manusia dengan lingkungan masyarakat pada umumnya timbal balik, maksudnya orang sebagai anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban, kesamaan derajat terjadi karena adanya perbedaan kemampuan yang terjadi dalam bermasyarakat.
Pelapisan sosial dan kesamaan derajat mempunyai hubungan, kedua hal tersebut saling berkaitan. Pelapisan sosial berarti pembedaan antar kelas-kelas didalam kehidupan masyarakat, sedangkan Kesamaan derajat adalah sesuatu yang membuat bagaimana semua masyarakat berada dalam kelas yang sama sehingga tidak ada dinding pembatas antar kelas masyarakat.


Referensi

Rabu, 16 September 2015

Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Kemiskinan



Ilmu Pengetahuan
Pengertian Ilmu Pengetahuan
Ilmu,sains,atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan,dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandanganya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang tertentu. Dipandang dalam sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistomologi.

Syarat – Syarat Ilmu:
1)       Objektif
Ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam.  
2)       Metodis
Merupakan upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran. 
3)       Sistematis
Dalam perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek, ilmu harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu, dan mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat akibat menyangkut objeknya.
4)       Universal
Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum.

Sumber – Sumber Ilmu:
·         Kabar yang dapat dipercaya.
·          Indera lahir maupun batin.
·          Akal berupa nalar maupun intelektual.
·          Intuisi. 

Jenis – Jenis Ilmu:
1). Ilmu abadi
Merupakan pengetahuan yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia dalam bentuk kitab suci dan hadits yang disampaikan kepada manusia melalui perantara rasul sebagai urusan Tuhan, ilmu jenis ini merupakan suatu bentuk yang sudah pasti benar dan tidak berubah serta dapat dibuktikan dalam situasi, kondisi dan zama apapun.
2). Ilmu yang dicari
Merupakan pengetahuan yang didapat oleh manusia sebagai hasil dari usaha mencari suatu definisi alam semesta, ilmu jenis ini dapat berubah entah itu bertambah ataupun berkurang sesuai dengan hasil riset penemuan manusia sebagai makhluk yang dibekali akal. Sebuah ilmu bisa dianggap benar dimasa lalu namun bisa jadi sudah tidak cocok dimasa depan ketika dilakukan penelitian baru.

Teknologi
Pengertian Teknologi
Teknologi merupakan keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Pengetahuan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersdiaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam perjalanan dan mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk diantaranya mesin cetak, telepon, dan internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai.

Sejarah Teknologi
Perkembangan teknologi berlangsung secara evolutif. Sejak zaman romawi kuno pemikiran dan hasil kebudayaan telah nampak berorientasi menuju bidang teknologi.
Secara etimologis, akar kata teknologi adalah “techne” yang berarti serangkaian prinsip atau metode rasional yang berkaitan dengan suatu objek, atau kecakapan tertentu, atau pengetahuan tentang prinsip-prinsip atau metode dan seni. Istilah teknologi sendiri untuk pertama kali dipakai oleh Pjilips pada tahun1706 dalam sebuah buku berjudul Teknologi: Diskripsi tentang seni-seni, khususnya mesin (Technology: A description Of The Arts, Especially The Mechanical).

Kemajuan
Ada tiga klasifikasi dasar dari kemajuan teknologi, yaitu :
1. Kemajuan teknologi yang bersifat netral (neutral technological progress)
Terjadi bila tingkat pengeluaran (output) lebih tinggi dicapai dengan kuantitas dan kombinasi faktor-faktor pemasukan (input) yang sama.
2. Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (labor-saving technological progress
Kemajuan teknologi yang terjadi sejak akhir abad kesembilan belas banyak ditandai oleh meningkatnya secara cepat teknologi yang hemat tenaga kerja dalam memproduksi sesuatu mulai dari kacang-kacangan sampai sepeda hingga jembatan.
3. Kemajuan teknologi yang hemat modal (capital-saving technological progress)
Fenomena yang relatif langka. Hal initerutama disebabkan karena hampir semua riset teknologi dan ilmu pengetahuan di dunia dilakukan di negara-negara maju, yang lebih ditujukan untuk menghemat tenaga kerja, bukan modalnya.

Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Nilai
Pengertian Ilmu Pengetahuan
Ilmu,sains,atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan,dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.

Pengertian Teknologi
Teknologi merupakan keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Pengertian Nilai
Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia.
Kaitan ilmu dan teknologi dengan nilai moral, berasal dari ekses penerapan ilmu dan teknologi sendiri.

Dalam hal ini sikap ilmuwan dibagi menjadi dua golongan:
1). Golongan yang menyatakan ilmu dan teknologi adalah bersifat netral terhadap nilai-nilai baik secara ontologis maupun aksiologis, soal penggunaannya terserah kepada si ilmuwan itu sendiri, apakah digunakan untuk tujuan baik atau buruk. Golongan ini berasumsi bahwa kebenaran itu dijunjung tinggi sebagai nilai, sehingga nilai-nilai kemanusiaan lainnya dikorbankan demi teknologi.
2). Golongan yang menyatakan bahwa ilmu dan teknologi itu bersifat netral hanya dalam batas-batas metafisik keilmuwan, sedangkan dalam penggunaan dan penelitiannya harus berlandaskan pada asas-asa moral atau nilai-nilai. Golongan ini berasumsi bahwa ilmuwan telah mengetahui ekses-ekses yang terjadi apabila ilmu dan teknologi disalahgunakan.

Kemiskinan 
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.
Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyekif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan, dll.

Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara, yaitu :
1). Gambaran kekurangan materi.
2). Gambaran tentang kebutuhan sosial.
3). Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai.

Mengukur Kemiskinan 
Kemiskinan bisa dikelompokkan dalam dua kategori,yaitu:
1). Kemiskinan absolut
Kemiskinan absolut mengacu pada satu standar yang konsisten, tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat/negara
2). Kemiskinan relatif.

Kemiskinan Dunia
Bank dunia menggambarkan “sangat miskin” sebagai orang yang hidup dengan pendapatan kurang dari PPP$1 per hari, dan “miskin” dengan pendapatan kurang dari PPP$2 per hari. Berdasarkan standar tersebut, 21% dari penduduk dunia berada dalam keadaan “sangat miskin”, dan lebih dari setengah penduduk dunia masih disebut “miskin”, pada 2001.  

Penyebab Kemiskinan
Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:
1). Penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan atau kemampuan dari si miskin.
2). Penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa jumlah anggota keluarga tidak sebanding dengan pemasukan keuangan keluarga.
3). Penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar.
4). Penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orng lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi.
5). Penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

Menghilangkan Kemiskinan
Tanggapan utama terhadap kemiskinan adalah :
1). Bantuan kemiskinan, atau membantu secara langsung kepada orang miskin.
2). Bantuan terhadap keadaan individu.
3). Persiapan bagi yang lemah.


Kesimpulan: 
Ilmu pengetahuan adalah suatu institusi kebudayaan, suatu kegiatan manusia untuk mengetahui tentang diri sendiri dan alam sekitarnya dengan tujuan untuk mengenal manusia sendiri, perubahan-perubahan yang dialami dan cara mencegahnya, mendorong atau mengarahkannya, serta mengenal lingkungan yang dekat dan jauh darinya, perubahan-perubahan lingkungan dan variasinya, untuk memanfaatkan, menghindari dan mengendalikannya. Hasil terapan pengembangan ilmu pengetahuan lalu disebut dengan teknologi. Peradaban manusia sangat bergantung kepada ilmu dan teknologi. Oleh karena itu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bersamaan dengan perkembangan waktu. Dengan adanya ilmu pengetahuan yang lama saat ini telah menjadi ilmu pengetahuan terapan, dan dikembangkan dalam teknologi yang bertujuan untuk dimanfaatkan manusia. Maka perkembangan ilmu pengetahuan di satu sisi telah mengalami percepatan (akselerasi) akibat perkembangan teknologi, di sisi lain perkembangan ilmu pengetahuan dipengaruhi oleh nilai-nilai dasar ilmu serta karakter ilmu yang bersangkutan.
 ilmu pengetahuan dan teknologi pada dasarnya merupakan fenomena budaya. Keberadaannya sebagai fenomena budaya dapat dilihat dari proses dan wujud dari ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut. Dari segi proses keberadaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan refleksi kejiwaan dari potensi dasar manusia, yaitu cipta, rasa, karya, dan karsa. Dalam hal ini, kebudayaan sebagai ekspresi penghayatan masyarakat tidak hanya ditandai oleh ketenangan/kemapanan yang dapat menimbulkan kejutan dan bahkan gejolak social. Kejutan dan gejolak social ini dalam arti yang positif menimbulkan inovasi, yaitu dengan memasukkan nilai-nilai baru, dan renovasi, yaitu upaya penyegaran kembali serta pemberian wajah baru pada nilai-nilai yang masih actual terhadap bentuk-bentuk semula yang sudah usang dan tidak vocal lagi. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan unsure budaya yang menjadi kekuatan dinamik dari kebudayaan dan kehidupan masyarakat pendukung kebudayaan tersebut. sistem pengetahuan termasuk produk manusia sebagai homo sapiens dan sistem teknologi dan perlengkapan hidup manusia merupakan produk manusia sebagai homo faber. Hal tersebut menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan manusia.
Pemanfaatan teknologi meluas pada upaya penghapusan kemiskinan, penghapusan jam kerja yang berlebihan, penciptaan kesempatan untuk hidup lebih lama dengan perbaikan kualitas kesehatan manusia, membantu upaya-upaya pengurangan kejahatan, peningkatan kualitas pendidikan, dan sebagainya. Puncaknya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, bukan saja membantu manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Lebih jauh, ilmu pengetahuan dan teknologi berhasil mendatangkan kemudahan hidup bagi manusia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini sanggup membawa berkah bagi umat manusia berupa kemudahan-kemudahan hidup, yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan dalam benak manusia.

Sumber :

Selasa, 30 Juni 2015

Politik Dan Strategi Nasional

A. Pengertian Politik
Politik berasal dari bahasa Yunani yaitu polis yang berarti Negara kota.  Secara etimologi kata politik masih berhubungan erat dengan kata politis yang bearti hal-hal yang berhubungan dengan politik. Kata politisi berarti orang-orang yang menekuni hal-hal yang berkaitan dengan politik. Para tokoh memiliki sudut pandang yang beragam mengenai pengertian dari politik. berikut ini adalah beberapa definisi mengenai politik menurut para ahli:
Andrew Heywood, politik adalah kegiatan suatu bangsa yang bertujuan untuk membuat, mempertahankan, dan mengamandemen peraturan-peraturan umum yang mengatur kehidupannya, yang berarti tidak dapat terlepas dari gejala konflik dan kerjasama.
Roger  F.Soltau, politik adalah ilmu yang mempelajari Negara,tujuan-tujuan Negara, dan lembaga-lembaga Negara yang akan melaksanakan tujuan tersebut serta hubungan antara Negara dengan warga negaranya serta Negara lain.
Robert, politik adalah seni memerintah dan mengatur masyarakat manusia.
W.A Robson, politik adalah ilmu yang mempelajari kekuasaan dalam masyarakat, yaitu sifat hakiki, dasar, proses-proses, ruang lingkup dan hasil-hasil.
Paul Janet, politik adalah ilmu yang mengatur perkembangan Negara begitu juga prinsip-prinsip pemerintahan. 
Harold Laswell, politik adalah ilmu yang mempelajari pembentukan dan pembagian kekuasaan.
Ramlan Surbakti, politik adalah proses interaksi antara pemerintah dan masyarakat untuk menentukan  kebaikan bersama bagi masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu.
F.Isjwara, politik adalah salah satu perjuangan untuk memperoleh kekuasaan atau sebagai teknik menjalankan kekuasaan-kekuasaan.
Kartini Kartolo, politik adalah aktivitas perilaku atau proses yang menggunakan kekuasaan untuk menegakkan peraturan-peraturan dan keputusan-keputusan yang sah berlaku ditengah masyarakat.
Cheppy H.Cahyono, politik adalah macam-macam kegiatan dalam system politik atau Negara yang menyangkut proses menentukan dan sekaligus melaksanakan tujuan-tujuan sistem tersebut.
Carl Schmidt, politik adalah suatu dunia yang didalamnya orang-orang lebih membuat keputusan-keputusan daripada lembaga-lembaga abstrak.
Litre, politik adalah ilmu memerintah dan mengatur Negara.
Sri Sumantri, politik adalah pelembagaan dari hubungan antar manusia yang dilembagakan dalam bermacam-macam badan politik baik suprastruktur politik dan infrastruktur politik.
Wilbur White, politik adalah ilmu yang mempelajari asal mula, bentuk-bentuk dan proses-proses Negara dan pemerintah.
Ossip K.Flechteim, politik adalah ilmu social yang khusus mempelajari sifat dan tujuan dari Negara sejauh Negara merupakan organisasi kekuasaan, beserta sifat dan tujuan gejala-gejala kekuasaan lain yang tak resmi yang dapat mempengaruhi Negara.
Seely dan Stephen Leacock, politik adalah ilmu yang serasi dalam menangani pemerintahan.
Adolf Grabowsky, politik adalah menyelidiki Negara dalam keadaan bergerak.
Aristoteles, politik adalah usaha yang ditempuh warga Negara untuk mewujudkan kebaikan bersama.
Ibnu Aqil, politik adalah hal-hal praktis yang lebih mendekati kemaslahatan bagi manusia dan lebih jauh dari kerusakan meskipun tidak digariskan oleh Rasulullah SAW.
Rod Hague, politik adalah kgiatan yang menyangkut cara bagaimana kelompok-kelompok mencapai keputusan-keputusan yang bersifat kolektif dan mengikat melalui usaha untuk mendamaikan perbedaan-perbedaan diantara anggota-anggotanya.

B. Dasar Pemikiran Politik Nasional
Dasar pemikirannya adalah pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. Landasan pemikiran dalam sistem manajemen nasional ini penting artinya karena didalamnya terkandung dasar negara, cita-cita nasional dan konsep strategis bangsa Indonesia.

C. Penyusunan Politik Dan Strategi Nasional
Penyusunan Politik Dan Strategi Nasional Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945. Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat dimana jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 disebut sebagai “Suprastruktur Politik”, yaitu MPR, DPR, Presiden, BPK dan MA. Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “Infrastruktur Politik”, yang mencakup pranata- pranata politik yang ada dalam masyarakat, seperti partai politik, organisasi kemasyarakatan, media massa, kelompok kepentingan (interest group) dan kelompok penenkan (pressure group). Antara suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang.
Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat suprastruktur politik diatur oleh Presiden (mandataris MPR). Dalam melaksanakan tugasnya ini presiden dibantu oleh lembaga-lembaga tinggi negara lainnya serta dewan-dewan yang merupakan badan koordinasi seperti Dewan Stabilitas Ekonomi Nasional, Dewan Pertahanan Keamanan Nasional, Dewan Tenaga Atom, Dewan Penerbangan dan antariksa Nasional RI, Dewan Maritim, Dewan Otonomi Daerah dan dewan Stabitas Politik dan Keamanan.
Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik dilakukan setelah Presiden menerima GBHN, selanjutnya Presiden menyusun program kabinetnya dan memilih menteri-menteri yang akan melaksanakan program kabinet tersebut. Program kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik nasional yang digariskan oleh presiden.
Jika politik nasional ditetapkan Presiden (mandataris MPR) maka strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah non departemen sesuai dengan bidangnya atas petunjuk dari presiden.Apa yang dilaksanakan presiden sesungguhnya merupakan politik dan
strategi nasional yang bersifat pelaksanaan, maka di dalamnya sudah tercantum program-program yang lebih konkrit untuk dicapai, yang disebut sebagai Sasaran Nasional.
Proses politik dan strategi nasional di infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia dalam rangka pelaksanaan strategi nasional yang meliputi bidang ideologi, politik, ekonomi, sos bud dan hankam.Sesuai dengan kebijakan politik nasional maka penyelenggara negara harus mengambil langkah-langkah untuk melakukan pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sebagai sasaran sektoralnya. Melalui pranata-pranata politik masyarakat ikut berpartisipasi dalam kehidupan politik nasional. Dalam era reformasi saat ini peranan masyarakat dalam mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang telah ditetapkan MPR maupun yang dilaksanakna oleh presiden sangat besar sekali. Pandangan masyarakat terhadap kehidupan politik, ekonomi, sos bud maupun hankam akan selalu berkembang hal ini dikarenakan oleh: – Semakin tingginya kesadaran bermasyarakat berbangsa dan bernegara. – Semakin terbukanya akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya. – Semakin meningkatnya kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup. – Semakin meningkatnya kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. – Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide-ide baru.

D. Politik Pembangunan Dan Manajemen Nasional
Politik dan Strategi Nasional dalam aturan ketatanegaraan selama ini dituangkan dalam bentuk GBHN yang ditetapkan oleh MPR, selanjutnya pelaksanaannya dilaksanakan oleh Presiden/Mandataris MPR. GBHN pada dasarnya merupakan haluan negara tentang pembangunan nasional yang ditetapkan setiap lima tahun dengan mempertimbangkan perkembangan dan tingkat kemajuan kehidupan rakyat dan bangsa Indonesia, dan dalam pelaksanaannya dituangkan dalam pokok-pokok kebijaksanaan pelaksanaan pembangunan nasional yang ditentukan oleh Presiden sebagai Mandataris MPR dengan mendengarkan dan memperhatikan sungguh-sungguh pendapat dari lembaga tinggi negara lainnya, terutama DPR. Kebijaksanaan yang telah mendapat persetujuan dari lembaga tinggi negara, khususnya DPR adalah merupakan politik pemerintah dengan demikian politik pemerintah tidak menyalahi jiwa demokrasi dan tetap berpedoman kepada Ketetapan MPR. Politik pembangunan sebagai pedoman dalam pembangunan nasional memerlukan adanya tat nilai, struktur dan proses yang merupakan himpunan usaha untuk mencapai efisiensi, daya guna dan hasil guna sebesar mungkin dalam penggunaan sumber dana dan daya nasional. Guna mewujudkan tujuan nasional, untuk itu diperlukan Sistem Manajemen Nasional. Sistem manajemen nasional adalah suatu sistem yang berfungsi memadukan penyelenggaraan siklus kegiatan berupa perumusan kebijaksanaan, pelaksanaan kebijaksanaan, dan pengendalian pelaksanaannya. Sistem manajemen nasional berfungsi memadukan keseluruhan upaya manajerial yang berintikan tatanan pengambilan keputusan berkewenangan dalam rangka penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mewujudkan ketertiban sosial, ketertiban politik dan ketertiban administrasi.

E. Contoh Kasus Politik Dan Strategi Nasional
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf
Contoh Kasus Politik dan Strategi Ketahanan Nasional

Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf
Contoh Kasus Politik dan Strategi Ketahanan Nasional

Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf
Contoh Kasus Politik dan Strategi Ketahanan Nasional

Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf
Contoh Kasus Politik dan Strategi Ketahanan Nasional

Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf
Contoh Kasus Politik dan Strategi Ketahanan Nasional

Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf
Contoh Kasus Politik dan Strategi Ketahanan Nasional

Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf
 MA mengabulkan permohonan kasasi yang diajukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Dalam putusan kasasi tersebut, Kepmen No 14\/200, KLH menilai reklamasi dan revitalisasi Pantai Utara (Pantura) tidak sah secara hukum. Artinya, seluruh aktivitas reklamasi pantai utara Jakarta illegal.
Mendapati putusan kasasi MA inim Pemprov DKI Jakarta bersama 6 perusahaan swasta yang melakukan reklamasi di Teluk Jakarta yaitu PT BME, PT THI, PT MKY, PT PJA, PT JP dan PT Pel II mengajukan perlawanan dengan mengajukan upaya hukum luar biasa PK. Anehnya, MA mengabulkan permohonan PK tersebut, bertolak belakang dengan putusan MA dalam kasasi.
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.

- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf

Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf
Contoh Kasus Politik dan Strategi Ketahanan Nasional

Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf

Contoh Kasus Politik dan Strategi Ketahanan Nasional

Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Jual Kecap di Mana Pun!
Strategi Kampanye Partai Demokrat Pemilu 2014: Curi Start?
Partai Demokrat sudah terasosiasi dengan indikasi kasus korupsi yang kental, bukan rahasia umum. Hasil survey SMRC menobatkan  partai Demokrat sebagai partai terkorup. Hasil survey menyebutkan, sebanyak 44,8 persen dari 1.220 responden menilai kader  partai berlambang mercy ini paling banyak melakukan korupsi, disusul Golkar sebanyak 6.5%, PDI Perjuangan 2.4%, PKB 0.8%, Gerindra 0.7%, PAN 0.5%, PPP 0.4%, PKDI 0.2%, PKS 0.2% dan lainnya. Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.
- See more at: http://zikriakbar12.blogspot.com/2014/06/politik-dan-strategi-nasional-psn.html#sthash.127LxDQQ.dpuf
 
Sumber:
http://herma-putra.blogspot.com/2013/08/pengertian-politik-menurut-para-tokoh.html 
https://coecoesm.wordpress.com/2013/06/26/dasar-pemikiran-penyusunan-strategi-politik-strategi-nasional/ 
https://gabriellaaningtyas.wordpress.com/2013/07/15/politik-dan-strategi-nasional-2/ 
http://news.detik.com/berita/1775253/10-kasus-yang-mengguncang-hukum-indonesia/1